Business Tips #1: Naikan

Salah satu tantangan Saya dalam menyusun materi Practical Agile Coaching lalu bukanlah soal mau bahas apa. Namun pembahasan tentang apa yang bisa saya take-out karena keterbatasan waktu.

Banyak topik penting yang “dibuang sayang” namun apa daya kalkulasi tim mengatakan waktu ideal yang acceptable bagi calon peserta adalah 2 hari. Kalau saya sih pengen nya 5 hari biar tuntas 😀

Diantara konsep dalam Agile Team Coaching yang saya take out adalah pembahasan tentang “Naikan”. .
.
Naikan dalam bahasa Jepang adalah “Self Reflection” yang dapat Anda praktekkan di dalam Tim.

Sangat sederhana. Bersama Tim, lakukan refleksi diri (bukan pijat refleksi !) untuk menjawab 3 pertanyaan sebagai berikut:

1. Apa yang Tim sudah berikan untuk Saya?
2. Apa yang sudah Saya berikan untuk Tim?
3. Kesulitan dan hambatan apa yang telah saya lakukan kepada Tim?

Mekanisme nya bisa di dalam Tim, setiap anggota menuliskan dulu jawaban pertanyaan tadi dalam sebuah kartu. Untuk kemudian dilakukan sharing di dalam kelompok.

Apa impact nya? .
.
Jangan kaget kalau anggota Tim yang semula sungkan dan kaku menjadi lebih terbuka sama lain.
Apresiasi, rasa syukur dan terimakasih, permohonan maaf dan memaafkan, mengalir dengan lancar antar anggota Tim.

Sehingga Tim menemukan esensi dari keberadaan mereka: Hal yang mengikat mereka.

Semua berlangsung natural tanpa paksaan sesuai prinsip Self-Organizing.

Anda boleh mencoba sendiri bersama Tim. Atau bisa juga dipandu Team Coach berpengalaman. *Uhuk.

Apa hubungannya dengan foto Mas2 di bawah?
Sampai tulisan ini selesai ditulis, saya juga belum nemu apa hubungannya 😀 .
.
Anda bisa bantu?

@fauzirachmanto
#PracticalAgileCoaching
#TeamCoaching
#LeadershipCoaching

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *